Mentari Pagi

8_agustus_2016.png

 

 

NTV_8_AGUSTUS.png

 

 

ihsg_8_agustus.png

Pada Perdagangan Jum’at (05/08/2016), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sejak awal perdagangan dan ditutup di level 5420.246 (+0.86%)  selama perdagangan kemarin level tertinggi indeks berada di 5427.518  dan level terendahnya 5377.419.

Sepanjang Jum’at kemarin investor asing mencatatkan Net buy sebesar Rp.1,48 Triliun, untuk perdagangan hari ini IHSG kami proyeksikan akan kembali menguat  dengan support berada pada level 5385 dan 5330 dan resistant berada pada level  5458 dan 5527.

 

 

DailyTradingyuunjgkugut.png

 

Agenda Ekonomi Indonesia

5 Agustus 2016

11:00 AM. PDB Laju Pertumbuhan (Tahunan) Q2

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan produk domestik bruto (PDB) sepanjang kuartal II/2016 tumbuh 5,18%. Pencapaian tersebut merupakan yang tertinggi sejak kuartal IV/2013 di mana saat itu pertumbuhan PDB mencapai 5,58%.

Berdasarkan data Bloomberg, PDB kuartal I/2015 tercatat sebesar 4,73%. Kemudian, kuartal II/2015 dan kuartal III/2015 sebesar 4,66% dan 4,74%. Sementara, pada kuartal IV/2015 sebesar 5,04%. Kemudian, di kuartal I/2016 pertumbuhan PDB sekitar 4,92%. Pencapaian pertumbuhan PDB Indonesia kuartal II/2016 ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan consensus Bloomberg dan prediksi Bank Indonesia.

Adapun, survei consensus Bloomberg memprediksi PDB Indonesia kuartal II/2016 sebesar 5%. Dari 25 ekonom yang disurvei sekitar 11 ekonom memprediksi pertumbuhan PDB Indonesia di bawah 5%, sedangkan di atas 5% sebanyak 6 ekonom. Sisanya 8 ekonom memprediksi pertumbuhan PDB Indonesia di level 5%. Sementara itu, Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi pada  kuartal II/2016 semakin mendekati 5% atau lebih baik ketimbang kuartal I/2016 yang sebesar 4,9%. Adapun, BI tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai akhir tahun berada di kisaran 5,1% sampai 5,4% atau masih berada dalam rentang bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi oleh bank sentral pada kisaran 5%-5,4%

Sumber: Bisnis.com

04:40 PM. Cadangan Devisa JUL

Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa akhir Juli 2016 tercatat naik US$1,6 miliar dibandingkan posisi Juni 2016. Cadangan devisa Juli 2016 sebesar total US$111,4 miliar. Direktur Departemen Komunikasi BI Arbonas Hutabarat mengatakan peningkatan tersebut dipengarui oleh penerimaan cadangan devisa, antara lain dari penerimaan pajak dan devisa migas pemerintah serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas. “Penerimaan itu melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (5/8/2016).

Posisi cadangan itu cukup untuk membiayai 8,5 bulan impor atau 8,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. “Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” ucapnya.

Sumber: Bisnis.com

8 Agustus 2016

03:50PM. Keyakinan Konsumen JUL

Sumber: id.tradingeconomics.com

 

OJK Rilis Aturan Produk Investasi untuk Dukung Tax Amnesty

Jakarta - Untuk mendukung pelaksanaan pengampunan pajak atau tax amnesty, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatur soal produk investasi di pasar modal. 
Hal itu tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 26/POJK.04/2016 tentang produk investasi di bidang pasar modal dalam rangka mendukung Undang-Undang tentang Pengampunan Pajak.

Mengutip dari situs OJK, Jumat (5/8/2016), dalam aturan tersebut mengatur soal pemodal, manajer investasi, dan perantara pedagang efek dalam pelaksanaan tax amnesty serta produk investasi.

Pertama, pemodal wajib menyampaikan dokumen paling sedikit berupa surat keputusan pengampunan pajak kepada penyedia jasa keuangan.

Pembukaan rekening efek itu untuk investasi pada reksa dana, pengelolaan portofolio efek, efek beragun aset berbentuk kontrak investasi kolektif, efek beragun aset berbentuk surat partisipasi, dana investasi real estate berbentuk kontrak investasi kolektif, dan efek yang diperdagangkan di bursa efek dan di luar bursa efek.

Kedua, pengelolaan dana pemodal oleh manajer investasi. Salah satu produk yang diatur mengenai reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK). Poin-poin mengenai RDPT KIK itu antara lain:

A. Pada saat pencatatan, RDPT KIK dapat belum memiliki perusahaan sasaran. 

B. RDPT berbentuk KIK wajib melakukan investasi pada perusahaan sasaran paling lambat satu tahun sejak pencatatan RDPT KIK. Produk itu wajib dibubarkan jika belum investasi pada efek perusahaan sasaran dalam jangka waktu satu tahun sejak RDPT berbentuk KIK dicatatkan di OJK.

C. Efek bersifat utang yang menjadi portofolio efek RDPT berbentuk KIK dapat didukung dengan jaminan kebendaan berupa jaminan fidusia/dan atau hak tanggungan atau diperingkat oleh perusahaan pemeringkat efek yang memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

D. Manajer investasi dapat menambah efek dalam portofolio efek RDPT berbentuk KIK tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari seluruh pemegang unit penyertaan melalui mekanisme rapat umum pemegang unit penyertaan.

E. Manajer investasi wajib memastikan informasi penambahan efek sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada pemegang unit penyertaan RDPT berbentuk KIK.

F. Untuk portofolio efek RDPT terdiri atas lebih dari satu efek perusahaan sasaran, efek itu dapat berupa efek bersifat utang dan ekuitas.

G. Batas waktu penempatan dana deposito bagi RDPT berbentuk KIK yang belum melakukan investasi pada perusahaan sasaran paling lama satu tahun sejak RDPT KIK dicatatkan.

H. Penempatan dana pada deposito dapat dilakukan di bank umum yang tidak terafiliasi dengan manajer investasi kecuali hubungan afiliasi yang terjadi karena penyertaan modal pemerintah, dengan ketentuan:
- Penempatan dana pada deposito di satu bank umum paling banyak 10 persen dari total Nilai Aktiva Bersih RDPT berbentuk KIK
- Penempatan dana pada deposito di satu bank persepsi yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan dapat lebih dari 10 persen dari total NAB RDPT berbentuk KIK.

Sumber : Liputan6.com

 

Bursa Indonesia Catat Rekor Tertinggi Dunia

JAKARTA - Indeks harga saham gabungan kembali menyentuh rekor-rekor baru dengan lonjakan tertinggi di dunia sejak awal tahun sebesar 18,01% ke level 5.420,25. Level psikologis 5.400 diproyeksi bakal diuji sepanjang pekan ini.

Dwi Shara Soekarno, Kepala Komunikasi Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, mengatakan Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan lalu menjadi bursa saham dengan penguatan tertinggi di dunia.

"Laju IHSG dari awal tahun sampai dengan penutupan perdagangan akhir pekan telah menguat 18,01% atau 827,24 poin ke level 5.420,25," katanya, Minggu (7/8/2016).

Persentase penguatan IHSG secara year-to-date masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan bursa-bursa utama dunia seperti Thailand (17,80%), Filipina (14,65%), Inggris (8,33%), India (7,53%), Australia (4,51%), Indeks Dow Jones Amerika Serikat (4,25%), Indeks KOSPI Korea Selatan (2,89%), dan Indeks Hang Seng Hong Kong (1,06%).

Bahkan, sambungnya, beberapa Indeks utama dunia tercatat membukukan level lebih rendah dibandingkan posisi penutupan akhir 2015. Di antaranya, Indeks FTSE Bursa Malaysia (-1,68%), Indeks Straight Times Singapura (-1,89%), Indeks Nikkei 225 Jepang (-14,60%), dan Indeks Shanghai China (-15,89%).

Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil melanjutkan penguatannya dengan kembali naik 3,92% ke posisi 5.420,25 dari posisi 5.215,99 pada penutupan pekan sebelumnya.

Pada periode 1-5 Agustus 2016, rerata nilai transaksi harian mengalami kenaikan 14,28% menjadi Rp9,83 triliun dari Rp8,6 triliun di akhir pekan lalu.

Menurut dia, laju impresif IHSG juga diimbangi dengan kenaikan rata-rata volume transaksi harian di sepanjang pekan lalu yang naik 16% ke posisi 7,81 miliar lembar saham dari 6,73 miliar lembar saham di akhir pekan sebelumnya.

"Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian menguat 12,71% ke level 320.050 kali dari 283.950 kali di akhir pekan sebelumnya," katanya.

Performa positif IHSG turut mengerek nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia ke level tertingginya sepanjang masa sebesar Rp5.838,51 triliun pada akhir pekan lalu, naik 3,99% dari Rp5.614,62 triliun.

Investor asing di sepanjang perdagangan pekan lalu mencatatkan beli bersih di pasar saham Indonesia dengan nilai Rp7,62 triliun, atau naik dua kali lipat dibandingkan nilai beli bersih di sepanjang pekan sebelumnya Rp3,23 triliun.

"Secara tahunan, aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat beli bersih Rp32,50 triliun," kata dia

Sumber : Bisnis.com

 

ROTI Siap Lebarkan Sayap di Pasar ASEAN

JAKARTA - Sukses membangun pabrik baru di Filipina, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) sebagai emiten produsen roti bermerek Sari Roti berencana menguasai pangsa pasar Asean dengan membidik potensi pasar di negara lainnya.

Oleh karena, kehadiran pabrik baru di Filipina merupakan langkah awal untuk penetrasi pasar lebih luas lagi di Asean.

”Rencana penetrasi pasar di Asean bukan berarti pasar lokal sudah jenuh, tetapi kita ingin menjadi pemain regional.”kata Direktur ROTI, Chin Yuen Loke di Jakarta.

Catatan saja, ROTI bersama Monde Nissin Corporation sepakat membentuk joint venture (JV) bernama Sarimonde Foods Corporation. Anak usaha baru ini nanti bakal menjadi lini utama produksi roti di negara tersebut. Kerja sama ini diteken pada 18 Februari lalu. Dalam perusahaan patungan itu, ROTI menjadi pemegang saham mayoritas dengan menyetor USD6,78 juta atas kepemilikan 3,25 juta saham Sarimonde. Sementara, Monde menyetor USD5,62 juta atas kepemilikan 2,66 juta saham.

Manajemen masih merahasiakan kapasitas produksi pabrik ini. Alasannya, manajemen tengah melakukan studi pasar. Yang pasti, pabrik ini akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2017. Pemilihan Filipina karena negara ini memiliki demografi yang paling mirip dengan Indonesia. Contoh, soal tren konsumsi makanan yang mulai mengarah pada makanan kemasan. Lalu, usia muda di bawah 30 tahun menjadi usia dengan jumlah dominan. Ini alasan ROTI tidak mengubah produknya di sana.

Semua produk mirip dengan produk di Indonesia. Manajemen hanya akan menyesuaikan rasa roti dengan selera konsumen di Filipina. Jumlah penduduk juga menjadi alasan utama ROTI memilih Filipina. Negeri ini berpenduduk 100 juta orang, terbanyak kedua di ASEAN.

Chin menambahkan, pembangunan pabrik yang mendekatkan diri dengan sumber permintaan menjadi strategi paling logis jika perseroan ingin melebarkan sayap. Sebab, produk ROTI tidak menggunakan bahan pengawet.

"Jadi, hanya tahan empat atau lima hari, tidak bisa untuk ekspor," tandas Chin.

Semester I tahun ini, ROTI mencatat pertumbuhan pendapatan 15 persen menjadi Rp1,2 triliun ketimbang periode sama tahun lalu. Penjualan semuanya berasal dari penjualan domestik. Rata-rata utilisasi pabrik ROTI mencapai sekitar 55 persen.

"Ini juga menunjukan, pasar domestik itu belum jenuh," tambah Chin.

Selain itu, perseroan juga mencatat laba bersih sekitar Rp128,8 miliar. Angka ini naik dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp114,82 miliar. ROTI menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing-masing 20 persen dan 10 persen. ROTI tidak berencana menambah pabrik baru tahun ini. "Tapi kalau produk baru, akan kami luncurkan semester II ini, tinggal menunggu konfirmasi BPOM," ujar Chin.

Pada paruh pertama tahun ini, perseroan baru merealisasikan belanja modal 35 persen dari total Rp330 miliar yang dianggarkan tahun ini. Di sisi lain, perseroan akan mengejar pertumbuhan yang belum sejalan dengan target di sisa 2016. Disebutkan, penyerapan belanja modal yang sudah mencapai sekitar Rp115,5 miliar digunakan untuk menunjang semua kegiatan perawatan alat produksi.

Sumber : Okezone.com

 

Waskita Karya Targetkan Kepemilikan Tol Sepanjang 1.000 Km Hingga Tahun Ini

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) hingga akhir tahun ini menargetkan memiliki jalan bebas hambatan atau jalan tol sepanjang 1.000 kilo meter (Km).

Hingga saat ini, dari yang sudah ditargetkan, perseroan telah menyelesaikan sekitar 750 Km yang terbagi dalam 15 ruas tol.

"Sampai saat ini kepemilikan Waskita 15 ruas total 750 Km. Berarti masih ada 250 Km lagi sampai akhir tahun ini," ujar Direktur Utama WSKT, M Choliq kepada Kompas.com, Minggu (7/8/2016).

Untuk menyelesaikan pengerjaan tol sebanyak 250 Km lagi ditambah dengan proyek infrastruktur lainnya, perseroan membutuhkan dana investasi hingga Rp 100 triliun.

"Secara umum Waskita untuk menyelesaikan tol-tol yang dipunyai bersama dengan transmisi Sumatera dan LRT Palembang diperkirakan membutuhkan dana investasi hampir Rp 100 triliun," tandas Choliq.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) telah menyalurkan fasilitas pinjaman hingga Rp 300 miliar kepada anak dan cucu usaha WSKT untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan tol.

Fasilitas Pinjaman

Seperti diberitakan sebelumnya, anak dan cucu usaha WSKT diantaranya, PT Waskita Toll Road (WTR) selaku anak perusahaan dari WSKT dengan kepemilikan 99,99 persen telah mendapatkan fasilitas pinjaman dari WSKT sebesar Rp 100 miliar berdasarkan perjanjian fasilitas pinjaman pemegang saham No.L.26/P/WK/2016; 12/FPPS/WTR/2016 yang asli salinan perjanjian telah diterima dari WTR pada 18 Juli 2016.

PT Waskita Transjawa Toll Road (WTTR) selaku anak perusahaan WTR dengan kepemilikan 99,99 persen telah mendapatkan fasilitas pinjaan dari WTR sebesar Rp 100 miliar berdasarkan perjanjian fasilitas pinjaman pemegang saham No.15/FPPS/WTR/2016.

Dan PT Pejagan Pemalang Toll Road (PPTR) selaku anak perusahaan WTTR dengan kepemilikan 99,99 persen dan merupakan pemegang konsesi sebagai badan usaha jalan tol ruas Pejagan Pemalang telah mendapatkan fasilitas pinjaman dari WTTR sebesar Rp 100 miliar, perjanjian telah diterima WTTR untuk keperluan pencairan dana talangan kepada badan pengatur jalan tol (BPJT).

Selain itu, disampaikan juga bahwa WTR telah mendapat fasilitas pinjaman jangka pendek melalui perseroan dari PT Sarana Multi Infrastruktur untuk pembiayaan dana talangan pengadaan tanah untuk tiap ruas jalan tol yang dimiliki oleh beberapa badan usaha jalan tol melalui WTR dan perseroan.

Sumber : KOMPAS.com 

 

REKOMENDASI SAHAM

 

wika_8_august.png

Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)

Secara teknikal terbentuk pola falling wedge reversal dengan pelanjutan pola yang menujukkan trend bullish.Stochastic yang terlihat masih dalam trend bullish,MACD yang masih menunjukkan uptrend serta MA 20 yang bergerak diatas MA 50.Kami memprakirakan trend positif ini masih akan terus berlanjut  sampai menyentuh level resistance di level Rp.3.575  walaupun sekiranya adanya koreksi namun itu hanya terjadi sementara saja.Kami sarankan untuk hold dalam jangka waktu +2 minggu.Saham ini memiliki potensi growth +8,1% dari level beli di harga Rp.3.280 dengan TP di harga Rp.3575.

Last                        : Rp.3.280

Entry level           : Rp.3.240-3.280

Tp                           : Rp.3.575

Sl                             : Rp.2.970

 

Terima kasih telah membaca mentari pagi ini, Kami dari team mentari pagi meminta Anda untuk memberikan penilaian, kritik, atau saran dengan mengisi di form pada link ini: http://goo.gl/forms/0kzXqD2jqh Terima kasih.

Team Mentari Pagi :

1.Fadli Rijal

2. Euis Herlina

3. Ike Widiawati

4. Ikhfan Budiarto

5. Henni Mota Sari

6.Agung Kurniawan

7. Aldirano Satrio Akbar

8. Dustin Dana Pramitha

9. Mayang Santi Anggraini

10. Eka Asri Septihanie Putri

Uraian informasi, data – data, pendapat, saran atau rekomendasi maupun ilustrasi atau material apapun yang terdapat didalam dokumen ini seluruhnya mewakili pendapat dari “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” Universitas MH.Thamrin. Seluruh data dan penilaian berasal dari sumber yang kami anggap benar juga dapat diandalkan, namun “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” tidak dapat menjamin keakuratan dan kelengkapannya. “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” tidak terikat apapun dari penggunaan dokumen ini. Dokumen ini semerta-merta hanya untuk sebagai gambaran investasi yang tidak mengikat para investor atau para calon investor dan “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” tidak menjamin atas ketepatan dari hasil riset ini. Keputusan untuk berinvestasi sepenuhnya berada ditangan investor atau calon investor, kami berharap investor atau calon investor dapat merencanakan investasinya dengan cerdas.

 

 

7.png

n.png

 

2016Nov-COMPOSITE-1280x72n0.png

Pada Perdagangan Jum’at (4/11/2016), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat  pada level 5362.660 (+0.62%) selama perdagangan Jum’at level tertinggi indeks berada di 5362.660 Dan level terendah berada di 5303.360.

Sepanjang Jum’at  investor asing mencatatkan Net Sell sebesar Rp.912 miliar,  untuk perdagangan hari ini IHSG kami proyeksikan akan bergerak mixed cenderung melemah mengikuti bursa global.

 

tg_7_nov.png

 

Agenda Ekonomi Indonesia

07 November 2016

11:00 AM. Pdb Laju Pertumbuhan (Tahunan) Q3

11:00 AM. Pertumbuhan Ekonomi Qoq Q3

11:00 AM. Tingkat Pengangguran Q3

12:00 PM. Indeks Keyakinan Bisnis Q3

04:40 PM. Cadangan Devisa OCT

Sumber: id.tradingeconomics.com

BI: Dampak Pilkada terhadap ekonomi tak besar

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memandang dampak pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang tercermin pada komponen pengeluaran lembaga non profit rumah tangga (LNPRT) terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini tidak terlalu besar.

Direktur Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI), Solikin M Juhro mengatakan, pilkada tahun ini turut menyumbang pertumbuhan ekonomi. Namun kontribusinya tak sebesar tahun-tahun sebelumnya.

"Dampak Pilkada yang sekarang ini lebih kecil dari sebelum-sebelumnya. Apalagi sekarang banyak yang punya stasiun televisi juga, jadi tidak perlu iklan yang banyak sehingga ada dampaknya tetapi kecil," kata Solikin, Sabtu (5/11).

Sebagai gambaran, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan LNPRT kuartal I-2016 sebesar 6,4% year on year (yoy). Namun demikian, kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi hanya 1,16%. Pada kuartal II-2-16, pertumbuhan LNPRT lebih tinggi lagi, yaitu 6,72%. Namun kontribusinya menurun menjadi 1,14%.

Sayangnya, Solikin masih belum bisa menyebutkan perkiraan kontribusi LNPRT kuartal III dan hingga akhir tahun nanti. Namun ia memperkirakan pada kuartal III-2016 ekonomi akan tumbuh 5% yoy dan masih di kisaran 4,9%-5,3% hingga akhir tahun.

 

Prediksi pertumbuhan ekonomi Q3 dikisaran 4,9%

 

JAKARTA. Mesin pendorong utama pertumbuhan ekonomi domestik, yaitu konsumsi rumah tangga, pada kuartal-III tahun ini diperkirakan tumbuh lebih lambat. Di sisi lain, dampak dari pemangkasan belanja pemerintah diperkirakan mulai terasa.

Oleh karena itu, angka pertumbuhan ekonomi kuartal III-2016 yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) Senin (7/11), diprediksi akan lebih lambat dibandingkan kuartal II- 2016 yang tercatat sebesar 5,18% year on year(yoy).

Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih memproyeksi, pertumbuhan ekonomi  kuartal III-2016 berada di kisaran 4,9%-5,03% yoy. Ada perbaikan dari sisi pejualan ritel hingga ke tingkat emiten yang membuat pertumbuhan ekonomi berpotensi berada di batas atas perkiraan.

"Namun di sisi lain, pertumbuhan kredit masih melambat yang membuat pertumbuhan ekonomi berpotensi berada di batas bawah perkiraan," kata dia. 

Sementara itu, kinerja impor yang menggambarkan kegiatan ekonomi domestik juga masih melambat, baik impor bahan baku maupun barang modal. Walaupun Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) merilis realisasi investasi kuartal III-2016 tahun ini meningkat. (lihat berita terkait)

"Sektor riil mengeluhkan bahwa kondisi masih berat. Sementara kalau PMA masuk seharusnya tercermin di impor barang modal, tetapi ini tidak kelihatan ada kenaikan impor barang modal. Oleh karena itu saya perkirakan pertumbuhan lebih ke arah batas bawah perkiraan," kata Lana.

Hingga akhir tahun, Lana memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada di kisaran 4,92%-5,12%. Ini karena konsumsi rumah tangga yang cenderung stagnan dan pengeluaran pemerintah berkurang.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual juga memproyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2016 sebesar 4,9% yoy. Prediksi ini lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 5,1% yoy. Menurutnya, konsumsi rumah tangga kuartal III-2016 lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya lantaran habisnya pengaruh pergesaran musim panen, Lebaran, dan puasa. "Kemudian di kuartal ketiga ini pertumbuhan kredit turun terus," kata David.

Ia juga melihat, perlambatan pertumbuhan pada periode Juli-September tahun ini dipengaruhi oleh adanya pemangkasan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah sebesar Rp 137,6 triliun. Ia juga melihat kinerja investasi yang tercermin ke Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) kuartal III-2016 akan lebih lambat dibanding kuartal sebelumnya.

Adapun ekonom Standard Chartered Bank, Aldian Taloputra memperkirakan, pertumbuhan ekonom kuartal III-2016 sebesar 5,02% yoy. Sementara dibanding kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 3,21%.

 

Terima kasih telah membaca mentari pagi ini, Kami dari team mentari pagi meminta Anda untuk memberikan penilaian, kritik, atau saran dengan mengisi di form pada link ini: http://goo.gl/forms/0kzXqD2jqh Terima kasih.

Dikreasikan Oleh: 

himaae.pngLogo_GI_fix.jpg            

Uraian informasi, data – data, pendapat, saran atau rekomendasi maupun ilustrasi atau material apapun yang terdapat didalam dokumen ini seluruhnya mewakili pendapat dari “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” Universitas MH.Thamrin. Seluruh data dan penilaian berasal dari sumber yang kami anggap benar juga dapat diandalkan, namun “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” tidak dapat menjamin keakuratan dan kelengkapannya. “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” tidak terikat apapun dari penggunaan dokumen ini. Dokumen ini semerta-merta hanya untuk sebagai gambaran investasi yang tidak mengikat para investor atau para calon investor dan “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” tidak menjamin atas ketepatan dari hasil riset ini. Keputusan untuk berinvestasi sepenuhnya berada ditangan investor atau calon investor, kami berharap investor atau calon investor dapat merencanakan investasinya dengan cerdas.

 

 

5.png

 

NTV_1.png

 

2016Sep-COMPOSITE-1280x720_1.png

 

Pada Perdagangan Jum’at (02/09/2016), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat  pada level 5353.461 (+0.35%) selama perdagangan Kamis level tertinggi indeks berada di 5359.909 Dan level terendah beradadi5323.042.

Sepanjang Jum’at  investor asing kembali mencatatkan Net Sell sebesar Rp. 6,3 Milliar. Secara teknikal IHSG tidak berhasil menembus support 5330 dan membentuk pola Bullish piercing line dan berpeluang meneruskan kenaikannya dengan support di 5330 dan resisten di 5400.

top_g.png

 

Properti Pulih,ISSP Bidik Penjualan Naik 20 Persen

JAKARTA- PT. Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. atau Spindo menargetkan volume penjualan bisa naik 20% hingga akhir 2016, ditopang peningkatan penjualan di segmen konstruksi dan pembangkit listrik.

Investor Relation Spindo, Johannes Edward, mengatakan pemulihan penjualan properti akan meningkatkan kebutuhan produk besi baja. Pasalnya, pembangunan properti saat ini lebih mengandalkan penggunaan besi baja ketimbang kayu karena dinilai lebih awet dengan harga yang lebih murah.

Survei Bank Indonesia menunjukkan, penjualan properti di kuartal II/2016 tumbuh 4,02% secara kuartalan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan pada kuartal I/2016 yang mencapai 1,51%.

Di samping itu, data Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat menunjukkan, realisasi program satu juta rumah telah mencapai 400.000 unit. Di akhir 2016, realisasi diharapkan bisa melampaui capaian tahun lalu sebesar 690.000 unit.

Johannes mengatakan, segmen konstruksi dan infrastruktur menyumbang 60% terhadap volume penjualan perseroan. Adapun sisanya disumbang segmen otomotif dan furnitur atau perabotan.

Total volume penjualan Spindo per Juni 2016 mencapai 182.911 ton, meningkat 5,44% dibandingkan dengan posisi Juni 2015. Sementara itu, sepanjang 2015, perusahaan bersandi saham ISSP itu mencapai 372.790 ton. Total kapasitas produksi Spindo mencapai 588.600 ton per tahun, disumbang dari enam pabrik di Karawang, Pasuruan, dan Sidoarjo

Sumber : Bisnis.com

Data Tenaga Kerja Agustus Dirilis Ekonomi AS Melambat

NEW YORK - Ekonomi Amerika Serikat (AS) masih belum memperlihatkan penguatan signifikan ketika data tenaga kerja yang baru dirilis Departemen Tenaga Kerja AS untuk bulan Agustus 2016 lebih rendah dari prediksi. Jumlah pekerjaan baru yang tercipta dalam perekonomian AS selama Agustus tercatat sebesar 151.000, sementara tingkat pengangguran bertahan pada level 4,9%.

Dilansir BBCnews, Minggu (4/9/2016) jumlah tambahan pekerjaan baru mengalami penurunan  dari Juli sebesar  275.000 yang telah direvisi, penambahan ini juga lebih rendah dari rata-rata bulan selama 12 bulan sebelumnya pada kisaran 204.000. Kondisi ini membuat para ekonomi berpikir kemungkinan besar Bank Sentral AS atau The Fed akan menunda kenaikan suku acuan (Fed rate).

Data resmi untuk negara "non-farm payrolls" menunjukkan bahwa jumlah orang yang tidak bekerja pada Agustus sebesar 7,8 juta jiwa. Ekonomi AS terlihat masih melambat sejak resesi terakhir pada 2009, lalu. Sebelumnya banyak ekonomi AS yang memperkirakan bakal terjadi kenaikan yang lebih besar pada data tenaga kerja baru di kisaran 190.000 per bulan.

Tapi perlambatan perluasan tenaga kerja AS di Agustus, menunjukkan kemungkinan besar bahwa Fed yang sebelumnya dikatakan bisa menaikkan Fed rate pada bulan ini bakal diundur hingga akhir tahun dengan peluang terbaik di Desember 2016. Di sisi lain Gubernur The Fed Janet Yellen, sempat mengatakan pertumbuhan ekonomi AS dan data ketenagakerjaan memperlihatkan penguatan dalam beberapa bulan terakhir.

Sumber : Sindonews.com

3 Kesepakatan Hasil Kunjungan Jokowi ke China  

JAKARTA Mengawali agenda kunjungan kerja ke Republik Rakyat China (RRC), Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta delegasi mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Xi Jinping dan delegasinya. Pembicaraan antara kedua kepala negara ini digelar di West Lake State Guest House, Hangzhou, pada Jumat 2 September 2016.

kedua negara utamanya membicarakan mengenai kemitraan di bidang ekonomi. Setidaknya terdapat tiga hal yang telah disepakati oleh kedua negara di bidang kerjasama ekonomi.

"Pertama adalah upaya untuk meningkatkan perdagangan. Terutama, isunya adalah bagaimana kita bisa mengupayakan mempersempit gap defisit perdagangan kita dengan Tiongkok. Kita memiliki defisit yang cukup besar dan tadi Presiden Xi sudah langsung mengatakan keinginan pemerintah Tiongkok untuk mendorong agar produk-produk atau buah tropis Indonesia dapat masuk ke Tiongkok," jelasnya.

Sementara itu, kesepakatan kedua yang berhasil dicapai ialah mengenai investasi. Presiden Jokowi dan Presiden Xi Jinping memiliki pandangan yang sama mengenai peningkatan investasi kedua negara, terutama di bidang manufaktur dan infrastruktur.

Adapun kesepakatan ketiga yakni mengenai pariwisata. Presiden Xi menyampaikan bahwa dirinya sendiri akan mendorong masyarakat Chian untuk berkunjung ke Indonesia. Sebab selama ini banyak yang beranggapan bahwa negara-negara Asia lain selain Indonesia jauh lebih populer untuk dijadikan destinasi wisata.

Sumber : Okezone.com

Perusahaan pelat merah jadi agen tax amnesty

Jakarta. Berbagai cara dilakukan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) agar programtax amnesty bisa menjangkau banyak pihak. Kali ini, sejumlah wajib pajak yang menjadi rekanan dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mereka sasar.

Untuk bisa menjangkaunya, DJP akan bekerjasama dengan sejumlah perusahaan pelat merah. Perusahaan-perusahaan itulah yang akan secara langsung mengajak rekanannya, mengikuti program tax amnesty.                                     

                                                                                                                                                                                                         Sumber : Kontan.co.id

 

 

REKOMENDASI SAHAM

2016Sep-Pakuwon_Jati_Tbk.-1280x720.png

Pakuwon Jati Tbk(PWON)

Saham ini tertahan di support MA100 dan membentuk pola Bullish engulfing  yang menjadi tanda reversal Serta didukung dengan Golden cross Stochastic di area oversold, kami mempredisikan PWON akan lanjut menguat.

Last            :610

Entry Level : 600 - 615

TP              : 650

SL              :570

  

Terima kasih telah membaca mentari pagi ini, Kami dari team mentari pagi meminta Anda untuk memberikan penilaian, kritik, atau saran dengan mengisi di form pada link ini: http://goo.gl/forms/0kzXqD2jqh Terima kasih.

Team Mentari Pagi :

1.Fadli Rijal

2. Euis Herlina

3. Ike Widiawati

4. Ikhfan Budiarto

5. Henni Mota Sari

6.Agung Kurniawan

7. Aldirano Satrio Akbar

8. Dustin Dana Pramitha

9. Mayang Santi Anggraini

10. Eka Asri Septihanie Putri

Uraian informasi, data – data, pendapat, saran atau rekomendasi maupun ilustrasi atau material apapun yang terdapat didalam dokumen ini seluruhnya mewakili pendapat dari “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” Universitas MH.Thamrin. Seluruh data dan penilaian berasal dari sumber yang kami anggap benar juga dapat diandalkan, namun “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” tidak dapat menjamin keakuratan dan kelengkapannya. “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” tidak terikat apapun dari penggunaan dokumen ini. Dokumen ini semerta-merta hanya untuk sebagai gambaran investasi yang tidak mengikat para investor atau para calon investor dan “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” tidak menjamin atas ketepatan dari hasil riset ini. Keputusan untuk berinvestasi sepenuhnya berada ditangan investor atau calon investor, kami berharap investor atau calon investor dapat merencanakan investasinya dengan cerdas.

Logo_GI_fix.jpg

 

6_JUNI_2016.png

 

 

NTV_3.png

 

 

composite_6_june.png

Pada perdagangan Jumat (03/06/2016),Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar +20.697 (+0.428%) ditutup pada level 4853.922.Selama Jumat Indeks mencapai level tertingginya di 4861.3dan level terendahnya di 4839.08.

Bursa global ditutup Melemah Antara lain Dow (-0.18%) dan S&P500 (-0.29%) ,sebaliknya EIDO menguat (+1,86%) .Untuk perdagangan hari ini IHSG kami proyeksikan akan bergerak kearah down trend/melemah karena sentimen dari The FED yang berencana mengumumkan keputusan nya untuk menaikkan suku bunga nya yang akan diumumkan 6 Juni.Hari ini IHSG kami prakirakan akan bergerak pada Range 4850- 4830.

 

 

top_gaain_and_lossss.png

 

BEI PANGKAS T+3

JAKARTA — Untuk meningkatkan likuiditas, Bursa Efek Indonesia berencana memangkas waktu penyelesaian transaksi jual beli efek di pasar reguler dari T+3 menjadi T+2.

Saat ini, penyelesaian (settlement) serah dan terima efek dan atau uang berlaku tiga hari setelah tanggal transaksi dilakukan (T+3) untuk pasar reguler.

Hamdy Hassyarbaini, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia, mengatakan bursa bakal memajukan waktu penyelesaian menjadi dua hari setelah tanggal transaksi dilakukan (T+2) agar perdagangan lebih efisien.

"Dengan begitu, dana nasabah yang harus tunggu tiga hari menjadi dua hari, itu akan meningkatkan likuiditas. Perputaran uang lebih cepat. Semakin cepat saham balik, semakin cepat diputar di pasar," ucapnya, Kamis (2/6/2016).

Menurutnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama self regulatory organization (SRO) lain sudah menyiapkan infrastruktur untuk memangkas waktu penyelesaian transaksi. Dengan bank kustodian lokal pun tidak ada masalah. Kemungkinan BEI harus berdiskusi dengan Bank Indonesia soal kliring.

Masalah saat ini hanya soal sinkronisasi dengan broker asing dan kustodian asing. Hamdy mengatakan BEI sudah berdiskusi dengan sejumlah broker asing soal rencana ini. Para broker, menurutnya, mendukung rencana tersebut karena perubahan tersebut dapat menaikkan likuiditas transaksi. Ujung-ujungnya, mempercepat investor memperoleh efek dan uang lebih cepat dan meningkatkan pendapatan transaksi broker.

"Masalah justru kliring antarnegara. Kami butuh waktu untuk sinkronisasi dengan kustodian luar soal waktu," ucap Hamdy.

Prediksinya, pemangkasan waktu penyelesaian transaksi tidak dapat terealisasi pada tahun ini.

Sumber : Bisnis.com

Tanggapan :

Dengan rencana BEI memangkas transaksi menjadi hanya dua hari dapat meningkatkan likuiditas pasar saham karena perputaran uang semakin cepat dan bagi para broker dapat menambah pendapatan mereka yang didapat dari fee setiap transaksi.

 

Bangun pabrik, INDF siapkan dana Rp 1,6 triliun

JAKARTA. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) terus meningkatkan penetrasi pasar, baik di dalam maupun luar negeri. Untuk mendukungnya, perseroan ini berencana membangun tiga hingga empat pabrik baru tahun ini. Presiden Direktur INDF Anthoni Salim bilang, pabrik tersebut bakal fokus memproduksi mie instan (noodle). Tapi, tidak menutup kemungkinan dipergunakan juga untuk lini bisnis Indofood yang lainnya.

Salah satu pabrik yang berlokasi di Cirebon, Jawa Barat, menelan investasi sekitar Rp 400 miliar. Tapi, angka ini menggunakan tiga line produksi. Jumlah line bisa disesuaikan dengan kebutuhan produksi, bisa mencapai enam line. "Kalau enam line bisa dobel (investasinya)," ujar Anthoni, seusai kegiatan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) INDF, Jumat (3/6). Dus, setidaknya manajemen perlu menyiapkan investasi minimal Rp 1,6 triliun untuk pembangunan keempat pabrik tersebut.

Sumber pendanaan pabrik ini berasal dari kas internal. Perusahaan telah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 7,6 triliun. Anggaran capex tersebut menurun 15% dibanding tahun lalu, Rp 9 triliun. Sejauh ini, capex tersebut telah terserap sekitar Rp 18% atau setara Rp 1,37 triliun. Keberadaan pabrik tersebut diharapkan bisa menjaga performa kinerja perseroan. Tahun ini, INDF menargetkan mencetak pertumbuhan pendapatan antara 7%-8%. Tahun 2015, INDF mencetak pendapatan Rp 64,06 triliun. Angka ini relatif stagnan dibanding pendapatan 2014, Rp 63,59 triliun. Laba bersih tahun lalu juga tergerus 25% menjadi Rp 2,97 triliun akibat kerugian kurs.

Analis Minna Padi Investama Christian Saortua melihat, ekspansi INDF tahun ini bertujuan menggenjot kinerja ekspor. "Khususnya untuk penjualan ekspor negara-negara timur tengah," ujarnya. Sebab, menurut Christian, penjualan dari dalam negeri masih terlihat stagnan. Selain itu, capex perseroan juga mengalami penurunan. Di sisi lain, empat pabrik baru yang fokus untuk noodle termasuk agresif. Soalnya, permintaan mie instan dalam negeri juga belum tumbuh signifikan. Hal tersebut senada dengan rencana INDF ke depan.

Belum lama ini, perseroan berekspansi hingga ke Turki berbekal merek Indomie yang sudah termasuk brand global. "Pasar Turki ini akan menjadi jembatan kami memasuki pasar Uni Emirat Arab," tambah Anthoni. Perusahaan tetap bisa memaksimalkan peluang melalui pasar Turki. Apalagi jumlah penduduk Turki terus meningkat, artinya konsumsi juga naik.

Christian memandang bullish INDF. Dia memiliki target harga Rp 7.700 per saham. Kemarin (3/6), harga INDF naik 0,70% dibandingkan hari sebelumnya menjadi Rp 7.175 per saham.

Sumber: Kontan.co.id



Tax Amnesty Tak Akan Bisa Selamatkan Defisit APBN

Pemerintah saat ini tengah menggodok RUU tax amnesty dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pemerintah berharap tax amnesty bisa ampuh menyelamatkan bisa defisit APBN.

"Kami FITRA sudah menghitung dari sekitar Rp5 ribu-6 ribu triliun hanya sekitar Rp60 triliun yang bisa masuk ke APBN. BI (Bank Indonesia) pun menghitung hanya sekitar Rp 59 triliun yang bisa masuk," kata Manajer Advokasi FITRA Apung Widadi

Sehingga menurut Apung, tax amnesty belum memenuhi syarat untuk menyelamatkan defisit APBN. Bahkan terindikasi tax amnesty hanya akan menolong proyek-proyek infrastruktur di sektor-sektor swasta.

Apung juga menilai, bahwa kebijakan tax amnesty merupakan kebijakan yang berbau langkah politik.

"Itu hanya bahasa kampanye agar seluruh masyarakat mendukung pengampunan untuk pengemplang pajak," pungkasnya.

Sumber : Okezone.com

Tanggapan :

Tax amnesty tidak bisa menjadi senjata ampuh untuk menyelamatkan defiisit anggaran. Pasalnya dengan hanya nilai upeti sekitar 3 persen dari total dana yang akan masuk, maka penerimaan pajak untuk pemasukan negara melalui tax amnety hanya sebesar Rp60 triliun.

 

 

6_juni.png

 

Terima kasih telah membaca mentari pagi ini, Kami dari team mentari pagi meminta Anda untuk memberikan penilaian, kritik, atau saran dengan mengisi di form pada link ini: http://goo.gl/forms/0kzXqD2jqh Terima kasih.

Team Mentari Pagi :

1.Fadli Rijal

2. Euis Herlina

3. Ike Widiawati

4. Ikhfan Budiarto

5. Henni Mota Sari

6.Agung Kurniawan

7. Aldirano Satrio Akbar

8. Dustin Dana Pramitha

9. Mayang Santi Anggraini

10. Eka Asri Septihanie Putri

Uraian informasi, data – data, pendapat, saran atau rekomendasi maupun ilustrasi atau material apapun yang terdapat didalam dokumen ini seluruhnya mewakili pendapat dari “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” Universitas MH.Thamrin. Seluruh data dan penilaian berasal dari sumber yang kami anggap benar juga dapat diandalkan, namun “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” tidak dapat menjamin keakuratan dan kelengkapannya. “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” tidak terikat apapun dari penggunaan dokumen ini. Dokumen ini semerta-merta hanya untuk sebagai gambaran investasi yang tidak mengikat para investor atau para calon investor dan “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” tidak menjamin atas ketepatan dari hasil riset ini. Keputusan untuk berinvestasi sepenuhnya berada ditangan investor atau calon investor, kami berharap investor atau calon investor dapat merencanakan investasinya dengan cerdas.

 

 

 

 

 

 

NTV_5_des.PNG

 

IHSG_5_des.png

Pada perdagangan Jumat, 2 Desember 2016, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,9% atau 47.201 poin ke level 5245.956 setelah sempat menyentuh level tertinggi di 5250.292.

Untuk perdagangan pada hari ini kami melihat indeks berpeluang bergerak bervariasi cenderung melemah dikarenakan peluang investor melakukan aksi profit taking.

 

TG_5_des.png

 

 

Diskon Listing Fee Dinilai Tak Cukup Menarik Perusahaan IPO

Jakarta, CNN Indonesia -- PT Mandiri Sekuritas menilai insentif listing fee (biaya pencatatan saham) yang diberikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) belum menarik bagi perusahaan untuk melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) atau menjadi perusahaan publik.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silvano Rumantir menjelaskan, perusahaan hanya melihat insentif tersebut sebagai salah satu bonus yang diberikan BEI. Namun, IPO merupakan salah satu strategi bisnis bagi suatu perusahaan. Sehingga, insentif tersebut bukanlah satu-satunya pertimbangan bagi perusahaan untuk melaksanakan IPO.

"Saya belum lihat itu menarik bagi perusahaan, karena IPO ini merupakan strategic decision jadi bukan karena insentif-insentif tertentu itu dijadikan oleh mereka untuk IPO. Saya belum lihat itu menjadi pendorong," ungkap Silvano, Jumat (2/12).

Tak hanya soal listing fee, menurut Silvano persiapan dalam IPO juga penting dilakukan oleh suatu perusahaan. Perusahaan wajib memastikan sahamnya akan likuid jika ditawarkan ke pasar. Jika saham yang ditawarkan tidak likuid, maka otomatis akan merugikan investor dan perusahaan itu sendiri. 

"Jadi insentif-insentif itu kami welcome tapi nggak berarti basic preparation untuk IPO nggak diperhatikan," imbuh dia.

Namun demikian, adanya insentif yang diberikan BEI tersebut diakui Silvano dapat membantu pihaknya dalam mendorong perusahaan untuk IPO. Ia menegaskan, Mandiri Sekuritas tak mau sembarangan untuk menjadi penjamin emisi atau underwriter dari sebuah perusahaan yang akan IPO. Sehingga, pihaknya akan menjamin proses dari pengecekan laporan keuangan pun dapat dilakukan dengan baik.

"Kami mau melakukan IPO yang baik, kami mau make sure IPO yang kami lakukan benar-benar IPO," tandasnya. 

Mandiri Sekuritas berharap jumlah emiten baru pada tahun 2017 dapat lebih banyak dibandingkan dengan jumlah emiten baru tahun ini. 

Jumlah emiten baru hingga saat ini berjumlah 14, tetapi BEI memastikan ada tiga perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI dalam waktu dekat. Ketiga perusahaan tersebut yaitu, PT Prodia Widyahusada, PT Forza Land, dan PT Bintang Auto Global. Dengan demikian, total emiten baru bakal berjumlah 17 hingga akhir tahun ini.

Untuk diketahui, BEI telah memberikan insentif listing fee sebesar 50 persen kepada perusahaan yang mendaftar untuk melakukan IPO hingga Maret 2017. Hal ini dilakukan BEI dalam mendukung kebijakan amnesti pajak. 

BEI berharap, dengan diskon yang diberikan, maka akan semakin banyak perusahaan yang tercatat di BEI. Dengan begitu, pelaku pasar akan memiliki banyak pilihan dalam berinvestasi di pasar modal.

Sementara itu, sama halnya dengan jumlah emiten baru, Mandiri Sekuritas juga berharap akan banyak perusahaan yang menawarkan surat utang (obligasi) pada tahun depan seiring dengan suku bunga yang kompetitif. 

Sekuritas tahun depan sebagai underwriter, baik jumlah emiten baru dan penerbitan obligasi.

Asal tahu saja, tahun ini Mandiri Sekuritas telah menerima mandat untuk menangani 25 perusahaan dalam melakukan aksi korporasi berupa penerbitan surat utang dan perusahaan yang akan melakukan IPO hingga akhir tahun ini. Sementara, sebagian besar penerbitan ekuitas diterbitkan dengan porsi sebesar Rp10,4 triliun.

“Kami belum bisa bilang spesifik, kami masih dalam tahap finalisasi perencanaan untuk tahun depan. Yang pasti dari sisi growth revenue [pertumbuhan pendapatan] 15-20 persen secara overall,” pungkas dia.

 

BI: Implementasi GWM Averaging Gantikan GWM 6,5 Persen

Bali, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) berencana untuk mengimplementasikan kebijakan Giro Wajib Minimum (GWM) rata-rata (averaging) mulai pertengahan tahun depan. Kebijakan tersebut sekaligus menggantikan GWM dengan rate tetap yang saat ini dipatok 6,5 persen.

Direktur Eksekutif Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Juda Agung mengungkapkan, penerapan GWM rata-rata tidak akan langsung dilakukan secara penuh (full). Menurut dia, GWM akan dilakukan secara parsial, di mana 20 persen dari GWM yang disetor perbankan akan dihitung dengan rata-rata setiap dua pekan sekali.

Atau dengan kata lain, GWM secara rata-rata nantinya memberi andil 1,5 persen terhadap GWM secara total sebesar 6,5 persen. Di sisi lain, perbankan masih harus memenuhi sisa 4,5 persennya dengan skema fixed per harinya.

Dengan cara GWM parsial ini, kami memberi waktu bagi perbankan untuk bersiap diri dan belajar. Itu juga yang menjadi alasan kami untuk menyampaikan ke perbankan di akhir tahun 2016 ini," jelas Juda di Bali, Sabtu (3/12).

Lebih lanjut ia menjelaskan, tak menutup kemungkinan jika nantinya GWM rata-rata akan dilakukan secara menyeluruh jika GWM parsial dikatakan berhasil. Kendati demikian, ia belum tahu kapan tepatnya GWM full averaging bisa diterapkan.

Juda menjelaskan, salah satu indikator suksesnya GWM averaging adalah berkurangnya volatilitas suku bunga di Pasar Uang Antar Bank (PUAB). Pasalnya, pergerakan suku bunga PUAB dianggap sebagai sinyal utama kondisi likuiditas perbankan, di mana suku bunga akan bergerak cepat jika permintaan di pasar uang tinggi.

"Karena, memang, tujuan GWM averaging untuk membuat likuiditas lebih fleksibel. Jika volatilitas suku bunga PUAB ditekan, maka GWM bisa dibilang berhasil. Nanti kami akan kaji lagi, apakah GWM secara parsial bisa berhasil. Jika iya, mungkin kami akan lakukan GWM full averaging," jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Indonesia bisa mencontoh dari beberapa negara yang telah mengimplementasikan GWM full averaging, baik negara-negara yang memiliki kebijakan (stance) moneter ekspansif maupun kontraksi. Beberapa negara tersebut diantaranya adalah Amerika Serikat, negara-negara Uni Eropa, Jepang, Thailand, hingga Peru.

Namun, banyak tantangan bagi BI sebelum memutuskan untuk melakukan GWM full averaging. Salah satu di antaranya adalah ketersediaan instrumen pendukung pasar uang, mengingat perbankan pasti tergugah untuk melakukan transaksi repo demi memenuhi porsi GWM primer yang direratakan.

Di samping itu, kemampuan setiap bank untuk mengakses transaksi di pasar uang juga harus seimbang. Pasalnya, implementasi GWM averaging harus diberlakukan untuk semua bank, dari mulai kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) I hingga IV.

"GWM averaging ini bertujuan untuk memperdalam pasar keuangan. Sehingga tantangan-tantangan ini perlu dihadapi agar implementasinya semakin baik," pungkasnya.

 

OPEC dan Non OPEC Bertemu, Harga Minyak Bakal Lanjutkan Kenaikan

JAKARTA--Harga minyak mentah diprediksi kian memanas setelah adanya rencana pertemuan untuk membahas pemangkasan produksi antara OPEC dengan negara non OPEC seperti Rusia dan Oman pada 10 Desember mendatang.

Pada perdagangan Jumat (2/12) WIB harga minyak WTI kontrak Januari 2017 berada di posisi US$51,68 per barel, naik 0,62 poin atau 0,1,21%. Sementara minyak Brent kontrak Februari 2017 bertengger di US$54,46 per barel, meningkat 0,52 poin atau 0,96%.

Dalam rapat OPEC di Wina, Austria, organisasi memutuskan pemangkasan produksi sebesar 1,2 juta barel per hari menjadi 32,5 juta barel per hari mulai awal 2017. Pasar menyambut baik rencana ini sehingga melejitkan harga.

Sumber : Bisnis.com

Akhirnya, Garuda (GIAA) Disuntik Modal Pemerintah Rp.8,4 Miliar

JAKARTA--Dalam pengumuman resmi direksi Garuda di PT Bursa Efek Indonesia, Jumat (2/12/2016), disebutkan pemerintah melakukan penyertaan modal negara (PMN) tanpa hak memesan efek terlebih dahulu alias private placement.

Penyertaan modal itu telah mendapatkan persetujuan dari rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 12 Desember 2014. Kemudian, baru pada masa Presiden Joko Widodo dituangka dalam peraturan pemerintah nomor 36 tahun 2016 tentang PNM ke dalam modal saham Garuda. Jumlah saham yang akan dicatatkan adalah 17.649.621 lembar dengan harga pelaksanaan Rp476.

Adapun, jadwal pelaksanaan PMNTHMETD perseroan yakni tanggal penerbitan atau distribusi saham baru pada 8 Desember, pencatatan di bursa pada 9 Desember, dan pemberitahuan hasil PMNTHMETD pada 13 Desember.

Sumber : Bisnis.com

Emiten Ritel : Pertumbuhan Ekonomi Membaik, Perusahaan Agresif Tambah Gerai

JAKARTA-- Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang kian membaik hingga beberapa tahun ke depan, membuat kelompok emiten semakin gencar untuk melakukan penambahan gerai.

Kiswoyo Adi Joe, analis PT Recapital Securities menuturkan emiten ritel telah mengendus adanya pembaikan ekonomi pada tahun dan tahun berikutnya. Dia mengungkapkan proses pembukaan gerai membutuhkan persiapan enam bulan hingga setahun.

Kiswoyo memproyeksikan pertumbuhan pendapatan emiten ritel hingga akhir tahun masih akan dalam kisaran satu digit yakni 5%. Namun, pada 2017, pertumbuhan emiten ritel berpotensi dua digit yakni 10%. Adapun PT Hero Supermarket Tbk. dan PT Ace Hardware Tbk. masing-masing berencana untuk menambah 15 gerai baru dan 10 gerai baru pada 2017 untuk mendongkrak kinerja perusahaan.

Sumber : Bisnis.com

 

IMG-20161108-WA0000.jpg

 

Terima kasih telah membaca mentari pagi ini, Kami dari team mentari pagi meminta Anda untuk memberikan penilaian, kritik, atau saran dengan mengisi di form pada link ini: http://goo.gl/forms/0kzXqD2jqh Terima kasih.

Dikreasikan Oleh: 

himaae.pngLogo_GI_fix.jpg            

Uraian informasi, data – data, pendapat, saran atau rekomendasi maupun ilustrasi atau material apapun yang terdapat didalam dokumen ini seluruhnya mewakili pendapat dari “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” Universitas MH.Thamrin. Seluruh data dan penilaian berasal dari sumber yang kami anggap benar juga dapat diandalkan, namun “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” tidak dapat menjamin keakuratan dan kelengkapannya. “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” tidak terikat apapun dari penggunaan dokumen ini. Dokumen ini semerta-merta hanya untuk sebagai gambaran investasi yang tidak mengikat para investor atau para calon investor dan “Himpunan Mahasiswa Analis Efek” tidak menjamin atas ketepatan dari hasil riset ini. Keputusan untuk berinvestasi sepenuhnya berada ditangan investor atau calon investor, kami berharap investor atau calon investor dapat merencanakan investasinya dengan cerdas.

Go to top
JSN Boot template designed by JoomlaShine.com